• DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA (100%)

    DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA (100%)

    DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA (100%)

    DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA (100%)

    DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA (100%)

    DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA
  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA
  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA
  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA
  • DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA
< =

DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

0

DISTRIBUTOR GAS PENGELASAN (WELDING GAS) DI INDONESIA

Untuk pemesanan produk-produk Gas Industri di UMP Gas melalui Whatsapp - Klik disini : WHATSAPP

PENGELASAN DALAM FABRIKASI LOGAM

Pengelasan adalah Sebuah ikatan karena adanya proses metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan cair. Dari pengertian tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa pengertian las adalah sebuah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas baik sumbernya dari panas aliran listrik maupun api dari pembakaran gas.

Las adalah penyambungan (besi dan sebagainya) dengan cara membakar. Lebih lanjut, pengelasan adalah salah satu proses fabrikasi logam, termoplastik, atau semacamnya yang berupa penggabungan dua benda dari bahan-bahan tersebut dengan cara melelehkan ujung kedua benda bersama-sama menggunakan panas tinggi dan kemudian membiarkannya menjadi dingin sehingga kedua ujung tersebut menyatu. Pengelasan berbeda dengan teknik penyambungan logam bersuhu lebih rendah seperti pematrian dan penyolderan, yang harus menggunakan logam tambahan yang mudah meleleh dan tidak melelehkan logam dasar. Tergantung penerapannya, las boleh menggunakan logam pengisi pada sambungannya.

Dewasa ini jenis pengelasan semakin banyak dengan adanya kemajuan teknologi, baik proses pengelasan yang menggunakan bahan tambah atau filler maupun yang tanpa menggunakan bahan tambah. Yang terbaru adalah proses pengelasan yang menggunakan energi putaran yang nantinya akan terjadi gesekan dan menimbulkan panas yang tinggi dan dapat digunakan untuk proses pengelasan yang biasanya disebut dengan proses las friction welding.

Pengelasan juga dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis berdasarkan cara kerjanya, yaitu jenis pengelasan tekan, pengelasan cair dan juga pematrian. Berikut ini pengertian pengelasan dan klasifikasi pengelasan.

  1. Pengelasan Tekan.

Pengelasan tekan adalah Sebuah proses pengelasan yang dilakukan dengan cara material dipanaskan kemudian ditekan hingga kedua material tersambung menjadi satu. Berikut ini contoh las tekan :

  • Las Ledakan.
  • Las Gesek.
  • Las Tempa.
  • Las Tekan Gas.
  1. Pengelasan Cair.

Pengelasan Cair adalah sebuah proses pengelasan yang dilakukan dengan cara memanaskan bagian yang akan disambung hingga mencair dengan sumber panas dari energi listrik atau api dari pembakaran gas baik menggunakan bahan tambah atau tanpa menggunakan bahan tambah (filler/elektroda). Berikut ini contoh las cair :

  • Las Busur Listrik:

Dalam pengelasan busur listrik terdapat 2 jenis pembagian yaitu pengelasan elektroda tak terumpan (non consumable electrode) dan elektroda terumpan (consumable electrode).

Arti Elektroda tak terumpan adalah elektroda atau kawat las tersebut tidak ikut mencair selama proses pengelasan berlangsung, fungsinya hanya sebagai sumber busur listrik, bukan sebagai bahan pengisi. Contoh pengelasan elektroda tak terumpan adalah Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau biasa kita kenal dengan sebutan las Argon.

Elektroda Terumpan adalah kawat las ikut mencair dalam proses pengelasan. Sehingga selain sebagai sumber busur elektroda juga sebagai logam pengisi yang nantinya ikut mencair dan menjadi weld metal. Contoh pengelasan consumable electrode adalah Las SMAW, Las FCAW, Las GMAW, Las SAW.

  • Las Gas:

Las OAW

Las Termit.

  1. Pematrian.

Pematrian adalah sebuah cara menyambung dua logam dengan sumber panas dengan menggunakan bahan tambah yang mempunyai titik cair lebih rendah, pada proses pematrian ini logam induk tidak ikut mencair.

Perbedaan antara pengelasan dan pematrian adalah jika pada pengelasan logam induk dan elktroda (logam pengisi) keduanya ikut mencair atau melting, sedangkan pada pematrian yang mencair hanya bahan tambah atau filler metalnya sedangkan logam induk tidak karena mempunyai temperatur leleh yang lebih tinggi. Berikut ini contoh Pematrian :

Soldering.

Brazing.

– Proses Pengelasan Berdasarkan Sumber Energi :

  • Energi Listrik.
  • Sumbernya dari busur listrik yang terjadi saat elektroda atau kawat las menyentuh benda kerja karena adanya pertukaran ion.
  • Contoh : Las SMAW, GMAW, SAW dan lainnya.
  • Energi Kimia.
  • Proses pengelasan yang sumber panasnya dihasilkan dari bahan bakar gas dengan udara yang sifatnya eksotermik.
  • Contoh Explosion Welding (EXW) dan las termit.
  • Energi Mekanik.
  • Sumber panas pengelasannya dihasilkan dari adanya gesekan dan tekanan.
  • Contoh Pengelasan Friction Stir Welding.

Klasifikasi Pengelasan di atas berdasarkan cara kerja dan sumber energi. Jika dijadikan satu jenis pengelasan sangat banyak, berikut ini jenis jenis pengelasan.

Jenis Jenis Pengelasan:

Untuk macam macam pengelasan secara umum berikut ini daftarnya.

  • OAW.
  • Oxy Acetylene Welding adalah proses pengelasan yang sumber panasnya dihasilkan dari campuran gas oksigen dan asetilen.
  • SMAW.
  • Shielded Metal Arc Welding adalah pengelasan busur listrik, sumber energi panas yang dihasilkan dari energi listrik dirubah menjadi energi panas untuk melelehkan elektroda dan benda kerja.
  • GTAW.
  • Gas Tungsten Arc Welding ialah jenis pengelasan elektroda tidak terumpan, artinya elektroda hanya sebagai penghasil busur dan tidak ikut mencair. Untuk jenis elektrodanya adalah wolfram atau tungsten, sebagai pelindung lasannya menggunakan gas Argon, Helium dan campuran keduanya.
  • SAW.
  • Submerged Arc Welding adalah las busur terendam, saat proses pengelasan berlangsung busur las tertutupi oleh flux yang berbentuk seperti pasir. Hal tersebut yang membuat jenis pengelasan ini dinamakan las busur terendam.
  • FCAW.
  • Flux Core Arc Welding merupakan jenis pengelasan dengan dua jenis pelindung yaitu flux yang berada di dalam kawat las dan tambahan pelindung gas, dapat berupa gas CO2 campuran argon.
  • GMAW.
  • Gas Metal Arc Welding yaitu pengelasan busur listrik yang menggunakan pelindung berupa gas. Jenis pengelasan ini terbagi menjadi 2 yaitu MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas).
  • Untuk MIG menggunakan jenis gas muliah sebagai pelindung yaitu Argon, Helium dan campuran keduanya, sedangkan untuk MAG menggunakan gas CO.
  • FSW (Friction Stir Welding).
  • Jenis pengelasan yang menggunakan mesin frais untuk proses pengelasan. Sistem kerjanya dua plat dicekam kemudian bagian yang disambung akan dikenakan dengan tool yang diputar oleh mesin frais sehingga terjadi gesekan dan timbul panas yang melelehkan material sehingga timbul proses pengelasan yang membuat kedua material tersebut tersambung.
  • Spot Welding.
  • Merupakan las titik yang cara kerjanya dua benda ditekan dengan dua elektroda yang dilancipkan. Jadi proses penyambungannya tidak kontinyu melainkan berupa titik sesuai dengan lokasi yang dilas. Aplikasinya biasanya untuk pelat pelat tipis pada dunia otomotif atau kerangka body.
  • Seam Welding.
  • Sejenis dengan spot welding, yang membedakannya pengelasan ini sambungannya secara kontinyu atau memanjang.
  • Stud Welding.

Plasma Arc Welding (PAW).

Fungsi Pengelasan :

Fungsi Pengelasan adalah untuk mendapatkan kekuatan sambungan logam yang melebihi dari sifat mekanik (kekuatan tarik, kekerasan, ketangguhan) logam induk. Sebenarnya fungsi pengelasan juga bisa untuk melapisi permukaan material agar mempunyai nilai kekerasan yang lebih tinggi dengan tujuan agar tahan dari gesekan atau abrasif.

LAS GAS

Las gas atau las karbit adalah proses penyambungan kedua logam (pengelasan) yang menggunakan gas-gas tertentu sebagai bahan bakar. Prosesnya adalah membakar bahan bakar yang telah dibakar gas dengan oksigen sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu sekitar 3.500 °C yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi. Bahan bakar untuk las gas menggunakan gas asetilena, propana atau hidrogen. Ketiga bahan bakar ini yang paling banyak digunakan adalah gas asetilena, sehingga las gas pada umumnya juga disebut sebagai las oksi-asetelina. Karena tidak menggunakan tenaga listrik, las oksi-asetelin banyak dipakai di lapangan walaupun pemakaiannya tidak sebanyak las busur elektrode terbungkus.

Gas asetilen diproduksi melalui reaksi antara kalsium karbit (CaC2) dengan air (H20).

CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2

Memproduksi gas Asetilen untuk keperluan pribadi dengan mencampurkan kalsium karbit dengan air tidak disarankan. Gas Asetilen dapat bocor dari tabung produksi dan menyebabkan ledakan jika tersulut api. Cara yang lebih disarankan adalah membeli gas asetilena dalam tabung logam.

Las cair busur cair gas biasa disebut sesuai dengan bahan bakar gas yang dipakai misalnya las karbit karena menggunakan bahan bakar gas karbit, las elpiji karena gas elpiji yang dipakai dan seterusnya. Bahan bakar yang biasa dipakai pada pengelasan busur cair gas antara lain: gas acetelyne (karbir), gas propana, gas hydrogen, gas elpiji dll. Las karbit termasuk pengelasan leleh yaitu bagian yang akan dilas dipanasi pada lokasi sambungan hingga melampaui titik lebur dari kedua logam yang akan disambung. Dengan meleburnya kedua logam tersebut akan menyatu (tersambung) dengan atau tanpa adanya bahan tambah. Ikatan dengan prosedur tersebut biasa disebut sebagai ikatan Metalurgi.

Las oksi-asetikena (las asetilin) adalah proses pengelasan secara manual,dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair oleh nyala (flame) gas asetilin (yaitu pembakaran C2H2 dengan O2), dengan atau tanpa logam pengisi, dimana proses penyambungan tanpa penekanan. Disamping untuk keperluan pengelasan, las gas dapat juga dipergunakan sebagai: preheating, pematrian, cutting dan hard facing. Penggunaan untuk produksi, pekerjaan lapangan, dan reparasi.

Dalam aplikasi hasilnya sangat memuaskan untuk pengelasan baja karbon,terutama lembaran logam (sheet metal) dan pipa-pipa berdinding tipis. Meskipun demikian hampir semua jenis logam ferrous dan non ferrous dapat dilas denganlas gas, baik dengan atau tanpa bahan tambah (filler metal).Disamping gas acetylene dipakai juga gas-gas hydrogen, gas alam, propane,untuk logam–logam dengan titik cair rendah. Pada proses pembakaran gas-gas tersebut diperlukan adanya oxygen. Oxygen ini didapatkan dari udara dimana udara sendiri mengandung oxygen (21%), juga mengandung nitrogen (78%),argon (0,9 %), neon, hydrogen, carbon dioksida, dan unsur lain yang membentuk gas.

Peralatan dan bahan :

Dalam pengelasan karbit kita memerlukan beberapa peralatan yang harus disiapkan agar proses pengelasan dapat kita lakukan dengan lancar dan hasil yang sempurna. Peralatan tersebut yakni:

  • Brander listrik
  • Regulator
  • Gas asetelyne
  • Gas oksigen
  • Katup pengaman
  • Kaca mata las
  • Tang penjepit
  • Sarung tangan
  • Sumber api
  • Palu besi
  • Pembersih brrander
  • Kunci tabung
  • Sikat baja

Kawat tembaga. Kawat tembaga merupakan bahan penyambung yang dicairkan dengan api gas asetilen. Kawat ini dileburkan bersama-sama api.

Untuk pemesanan produk-produk PT. Usaha Mulia Perkasa seperti OXYGEN (O2), NITROGEN (N2), ARGON (Ar)ACETYLENE (C2H2), AMMONIA (NH3), NITROUS-OXIDE (N2O), CARBON DIOXIDE (CO2), HELIUM (He), PROPANE dan HIDROGEN (H2) segera hubungi PT. Usaha Mulia Perkasa.

Untuk pemesanan produk-produk Gas Industri di UMP Gas melalui Whatsapp - Klik disini : WHATSAPP

 


 
 

Related Products

Customer Services

Tentang Kami

© 2022  PT. Usaha Mulia Perkasa

Office:

Ruko Taman Harapan Baru Blok B1 No. 39 Pejuang, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat

No. HP/WA : 08111330900

Telp. (021) 88870598 Fax. (021) 88870597

Email: marketing.umpgas@gmail.com